Menjaga Warisan Leluhur: Desa Penopa Gelar Upacara Adat "Mehalu Buah"
PENOPA, LAMANDAU – Sebagai bentuk rasa syukur dan upaya pelestarian tradisi purba, masyarakat Desa Penopa kembali melaksanakan Upacara Adat Mehalu Buah. Ritual tahunan ini digelar di tengah hamparan hutan durian Desa Penopa sebagai tanda penyambutan masa berbunga pohon durian yang menjadi salah satu andalan kearifan lokal di Kabupaten Lamandau.
Filosofi Mehalu Buah
Secara harfiah, Mehalu Buah adalah ritual sakral untuk menyambut munculnya bunga durian. Masyarakat meyakini bahwa alam perlu disapa dan dihormati agar hasil panen melimpah serta pohon-pohon durian tetap terjaga dari gangguan hama maupun bencana.
"Ini bukan sekadar tradisi, tapi cara kami berkomunikasi dengan alam dan menghargai warisan nenek moyang," ujar salah satu pemangku adat Desa Penopa.
Kekuatan Sastra Lisan: 7 Akaran Basangan
Puncak acara dimulai dengan prosesi Basangan, yaitu penuturan sastra lisan tentang asal-usul buah durian. Keunikan ritual di Desa Penopa ini terletak pada pembacaan 7 Akaran (Judul) cerita yang harus disampaikan secara berurutan tanpa terputus.
Tujuh cerita tutur ini mengandung pesan moral tentang bagaimana manusia pertama kali menemukan benih durian, perjuangan merawatnya, hingga filosofi duri durian yang mengajarkan kita untuk selalu melindungi nilai-nilai kemurnian dalam diri.
Ritual Pegayikan: Simbol "Tujuh Menujuh"
Setelah prosesi tutur selesai, suasana menjadi semakin khidmat saat penyerahan Isi Pegayikan atau seserahan kepada leluhur. Dalam adat Mehalu Buah, seserahan wajib mengikuti prinsip Tujuh Menujuh, yang terdiri dari:
- 7 Butir Telur: Melambangkan benih kehidupan.
- 7 Ekor Ayam: Sebagai bentuk ketulusan dan pengorbanan.
- 7 Potong Lemang: Simbol kebersamaan masyarakat yang dimasak dalam bambu pilihan.
Harapan untuk Masa Depan
Kepala Desa Penopa menyatakan bahwa dokumentasi dan publikasi upacara ini melalui website desa bertujuan agar generasi muda tetap bangga dengan identitas budayanya.
"Kita ingin dunia tahu bahwa di Desa Penopa, Lamandau, alam dan manusia hidup berdampingan secara harmonis. Mehalu Buah adalah bukti bahwa kami sangat menjaga kelestarian hutan durian kami," tambahnya.